mimpi sederhana di sisa hari tua tukang cilok keliling kisah nyata - infopedia

mimpi sederhana di sisa hari tua tukang cilok keliling kisah nyata

                        mimpi sederhana di sisa hari tua tukang cilok keliling kisah nyata











Ada sebuah kisah nyata penjual cilok bernanma abah taryo beliau tinggal di kampung cikalong desa tanjung sari kec karang pawitan kab garut

Matahari pun mulai bersinar abah taryo mulai bersiap melakaukan keseharianya di antar istrinya satu per satu langkah kaki di pijak dengan hati hati,setiap pagi sebelum berangkat kerja beliau mengambil barang dagangan kerumah tetangganya pembuat cilok,Dalam sehari abah taryo membawa cilok 300 biji untuk di jual beban 25kg yang ia bawa di pundaknya tak terasa lagi ringan seperti dulu,Di usianya yang menginjak kepala delapan,pikulan cilok ayam yang menjadi tumpuanrejekinya itu kini begitu berat dan melelahkan.



Abah istirahat sejenak di emperan toko yang sedang tutup sambil mengatur nafasnya dan berharap pegal di sekujur tubuhnya hilang walau susah abah taryosekali jalan  istirahat 5 sampai 6 kali karena jauhnya perjalanan yang ia jajakan,rasa nyeri di pingang abah muncul tanpa sebab,Abah bercerita delapan bulan yang 

lalu ia pernah terjatuh tertabrak motor melaju dengan kencang ketika ia sedang berjualan,pinggangnya terbentur benda keras,rasa sakit akibat kecelakaan itu, rasa sakit itu tak mau pergi sampai sekarang malah semakin sering menghampiri,tak hanya di tabrak kendaraan,abah taryo juga terkadang harus menemui 

pengalaman pahit lainya.Tetapi tuhan selalu punya cara untuk menolong umatnya di tengah kesulitan terlebih bagi mereka yang selalu mau berusaha seperti hari ini di hari pertamabekerja setelah lama libur dagangan pak taryo laris manis di serbu  pelancong yang sedang mampir di toko oleh oleh khas garut

Bahagia tampak wajah abah ketika cilok dagangannya habis terjual,tapi rasa lelahnya tak dapat  ia sembunyikan.Dalam perjalanan nya ia ke rumah jalan yang di tempuh abah tidak main main jaraknya kurang lebih lima kilometer di daerah tempat abah biasa berjualan ke

rumahnya saya terkejut sekali medan jalan yang terjal licin menanjak yang sangat curam ,karena medannya jalannya pegunungan.hari beranjak sore tinggal beberapa ratus meter lagi abah akan sampai, tapi karena jalanan yang licicn sehabis hujan abah tak berani membawa pikulannya

sampai ke atas,ia pun menitipkan pikulanya di tetangganya,setelah menitipkan pikulan abah mampir warung di dekat rumah lumayan keuntungan bersih 20.000hari ini bisa ia gunakan untuk belanja bahan masakan kalau daganganya sedang sepi tak ada sepeserpun rupiah ia bawa di kantongnya tak jarang terpaksa 

ia berhutang demi bisa makan.di rumah ada sang istri, emak manah yang menyambut abah emak bersyukur malam ini ada yang bisa ia masak untuk makan malam meski hanya bahan bahan sedehanasesungguhnya emak manah abah taryo bisa istirahat di rumah dan tak perlu susah payah mencari nafkah di masa tuanya.Dari pernikanya abah taryo dan emak  di karuniai enam  orang anak tetapi kini hanya empat anak yang tersisa,anak pertamanya meninggal saat bayi 

sedangkan anak kelimanya meninggal saat setelah melahirkan akibat tumor ganas meski hanya hidup pas pasan anak cucu abah dan emak sebenarnyasudah berkali kali mengajak mereka tinggal bersama demi mengurangi beban di masa tua,tapi abah dan emak punya prinsip teguh selagi tuhan masih menganugrahi

kekuatan selama itu pula tak ada kata merepotkan  dalam kamus mereka.sejak masa mudanya abah taryo dan emak manah tak pernah menikmati waktu jalan jalan berdua hari demi hari pun di jalani dengan bekerjahari ini saya akan mengajak mereka rehat sejenak cuci mata menikmati suasana kota tempat mereka lahir tumbuh dan menua bersama abah dan emak bahkan sudah

lupa kapan mereka terakhir pergi ke tengah kota,Apalagi wajah alun alun kota garut sudah berubah total dan baru saja  di resmikan beberapa hari lalu pada saya abah bercerita dulu tempat anak anak bermain ini hanya beralas rumput nostalgia mereka berdua pun  bermunculan seiring dengan ragam pemandangan yang 

bisa di lihat di jantung kota kabupaten garut,di momen yang sangat singkat ini pun saya takjub akan ketulusan hati abah,hatinya tergerak dengan pengemis yang kebetulan melintas tanpa pikir panjang ia memberikan uang di dalam sakunya.


Puluhan tahun usia pernikannya saya baru tahu abah dan emak belum punya foto bersama,saya pun mengajaknya abah dan emak ke studio foto untuk mengabadikanmomen yang singkat ini ,walapun sedikit kikuk bergaya di depan kamera tapi senang rasanya melihat abah dan emak bisa mengabadikan momen ini setidaknya mereka bisa punya kenangan untuk di ceritakan pada anak dan cucu, potret yang juga bisa menjadi gambaran betapa besar rasa cinta keduanya setiap saling dampingi hingga usia senja.

abah taryo adalah salah satu teladan hidup yang pantang menyerah dan tak pernah mengadahkan tangan menunggu bantuan selagi kaki masih mampu berjalan iakerahkan segala kemampuan meski ini bukan waktunya lagi abah banting tulang mimpinya sederhana saja bisa hidup bersahaja bersama bersama sang istri di sisa




                                                                     disclaymer




cerita ini di ambil dari sebuah liputan televisi dan saya dokumentasikan dengan bentuk artikel,karena dari kisahnya sangat menginsiparisi banyak orang untuk di jadikan teladan hidup, sebagai contoh untuk semua orang dan bagi saya juga,untuk selalu semangat jangan menyerah menghadapi hidup, jujur saja saya

menulis ini sambil nangis karena ceritanya sedih banget,untuk kalian yang masih muda jangan males malesan ciptakan kreatifitas yang kalian miliki untuk menjadi produktif dan berkembang yang lebih baik ke depan nya,semoga ulasan kali ini bermanfaat terimakasih.

infoku Nama saliman almt.jl.suratman RT 002/001 desa ciklapa kec.kedungreja kab Cilacap jateng 53263 wa 08156647490

0 Response to " mimpi sederhana di sisa hari tua tukang cilok keliling kisah nyata"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel